Jumat, 18 November 2016

Bad Cat


"Daddy, why does Whiskers always leave dead mice outside door?" My sweet daughter asks innocently.

I love how inquisitive she is."Well sweetie, it's actually kind of funny. Cats don't realize that we don't hunt like they do, so they kill things to help us because they think we're bad at being cats."

Late, I tuck her in and kiss her forehead as she closes her eyes. Then I retreat to my study to finalize my plans. Tonight is the night. The night I get bastard who took my daughter's mother from us. I finish my plans, pack my bag, and head to his house.

Except he's not there. I don't understand, all my planning, carefully monitoring his movements. He should have been there. I drive home, frustrated, confused, mourning my wife all over again for the justice we've been denied. I quietly open the front door.

And I see him. Or rather, his body. Neatly displayed on the floor. Stabbed to death, but the blood is cleaned up. No mess. My mind is a fog of confusion, sadness, and rage, until I hear my daughter's bedroom door open. "Don't worry Daddy. I know you're not very good at this, so I wanted to help you."

Indonesian:
"Pa, kenapa Whiskers selalu meletakkan tikus-tikus mati di depan pintu?" Anak gadisku yang manis bertanya dengan wajah tak berdosa.

Aku suka dengan rasa ingin tahunya. "Ya, sayang, itu memang lucu. Kucing tidak tahu kalau kita tidak berburu seperti mereka, jadi mereka membunuh sesuatu untuk memberitahukan kepada kita betapa buruknya kucing-kucing seperti kita."

Akhirnya aku menyelimutinya dan mencium dahinya saat ia menutup mata. Kemudian aku kembali mengurusi persiapan terakhirku. Nanti malam adalah malam ini. Malam ketika aku mendapatkan bajingan itu yang mengambil ibu dari anak gadisku.Aku menyelesaikan rencanaku. Mengemas tasku, dan menuju ke rumahnya.

Tapi dia tidak ada. Aku tidak mengerti. Segala rencanaku sudah termasuk mengintai kemana pun ia pergi.Dia seharusnya disana. Aku berkendara pulang. Frustasi, bingung, dan berduka pada istriku karena keadilan tidak terbalaskan. Aku membuka pintu depan dengan hati-hati.

Dan aku melihat dia. Atau lebih tepatnya, tubuhnya. Terpajang rapi di atas lantai. Mati karena tusukan, tapi darahnya sudah dibersihkan. Tidak ada kekacauan samasekali. Pikiranku diliputi kabut kebingungan, sedih, dan sangat marah, sampai aku mendengar pintu kamar tidur anakku terbuka.

Bad Cat Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yohanes Octa

0 komentar:

Posting Komentar