Jumat, 02 Desember 2016

Coffins


Coffins used to be built with holes in them, attached to six feet of copper tubing and bell. The tubing would allow air for victims buried under the mistaken impression they were dead.

In a certain small city, Harold, the local gravedigger, upon hearing a bell one night, went to go see if it was children pretending to be spirits. Sometimes it was also the wind. This time, it wasn't either. A voice from below begged and pleaded to be unburied.

"Are you Sarah O'Bannon?" Harold asked.

"Yes!" The muffled voice asserted.

"You were born on September 17, 1827?"

"Yes!"

"The gravestone here says you died on February 20, 1857?"

"No, I'm alive. It was a mistake! Dig me up, set me free."

"Sorry about this, Ma'am," Harold said, stepping on the bell to silence it and plugging up the copper tube with dirt. "But this is August. Whatever you are down there, you sure as hell ain't alive no more, and you ain't comin' up."

Indonesian:
Peti mati pernah dibuat dengan menambahkan lubang di dalamnya; terhubung dengan pipa tembaga sepanjang 6 kaki (sekitar 2 meter) dan bel sampai diatas kuburan. Cara ini dilakukan untuk agar orang yang salah kubur dapat bernafas karena dia belum mati.

Pada sebuah kota kecil, Harold, penggali makam, mendengar bunyi bel di malam hari. Ia pergi mencari asal suara dan memastikan itu bukan pekerjaan anak-anak yang berpura-pura menjadi roh orang mati. Kadang-kadang angin yang membunyikannya. Tapi kali ini bukan dua-duanya. Terdengar suara memelas dari bawah tanah memohon agar segera digali kuburnya.

"Anda Sarah O'Bannon?" tanya Harold.

"Ya!" Sebuah suara teredam menegaskan.

"Anda lahir tanggal 17 September 1827?"

"Ya!"

"Di nisan tertulis, Anda meninggal 20 Pebruari 1857?"

"Tidak. Aku masih hidup. Ini sebuah kesalahan. Gali kuburnya, bebaskan saya."

"Maaf, Nyonya." Harold berkata; mendekati bel dan membuatnya agar tidak bisa dibunyikan lagi dan menutupi lubang pipa tembaga dengan tanah. Tapi sekarang bulan Agustus. Apapun kamu itu, tidak mungkin orang hidup. Dan kamu tidak bisa datang kemari."

Coffins Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yohanes Octa

0 komentar:

Posting Komentar