Selasa, 08 Agustus 2017

Dutch SS Ourang Medan


According to the circulated reports, in June of 1947 multiple ships sailing the trade routes of the straits of Malacca, which is located between Sumatra and Malaysia, claimed to have picked up a series of SOS distress signals. The unidentified ship's message was as simple as it was terrifying "All officers including captain are dead, lying in chart room and bridge. Possibly whole crew dead.

This communication was followed by a burst of indecipherable Morse code, then a final message "I die". This cryptic proclamation was followed by an eerie silence.

The distress call was picked up by two American ships as well as British and Dutch listening posts. The men manning these posts managed to triangulate the source of these broadcasts and deduce that they were likely emanating from Dutch freighter known  as the SS Ourang Medan. This ship was heading from unnamed small Chinese port to Costa Rica and was deliberately avoiding the authorities. The story first emerged in a Dutch-Indonesian newspaper De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad in 1948.

The American merchant ship Silver Star was first on scene, quickly boarding the now drifting Ourang Medan. The decks of the vessel were littered with the corpses of the Dutch crew; eye's wide open with terrified expression on their faces and arms stretching out in front of them as to shield themselves from something monstrous.


As the Silver Star tried to tow the ghost ship back to port. The crew noticed ominous billows of smoke pouring up from the lower decks. The boarding party scarcely had a chance to cut the towline and make it back to Silver Star before the Ourang Medan exploded. The doomed ship slowly sank beneath the ocean waves, leaving in its wake the most chilling  of maritime mysteries.

Bahasa Indonesia:
Menurut laporan yang beredar, pada bulan Juni 1947, beberapa kapal yang melintasi jalur perdagangan Selat Malaka, yang terletak antara Pulau Sumatra dan Malaysia, mengaku menerima serangkaian signal tanda bahaya. Kapal yang tak diketahui ini mengirim pesan seperti ini, "Seluruh kru termasuk Kapten telah mati, terbaring di ruang grafik dan anjungan. Kemungkinan seluruh kru telah tewas."

Komunikasi ini diikuti oleh serbuan kode-kode morse yang tak dapat diartikan, tetapi pesan terakhirnya adalah "Aku mati." Pemberitahuan ini diikuti oleh keheningan yang mengerikan.

Panggilan minta tolong itu diterima oleh kapal-kapal America dan pos-pos Belanda dan Inggris. Orang-orang tersebut berhasil mencari asal lokasi signal dan menduga jika kapal yang meminta bantuan itu adalah kapal barang Belanda yang dikenal dengan nama SS Ourang Medan. Kapal ini diketahui berlayar dari pelabuhan kecil di Cina yang tak disebutkan ke Costa Rica dan sengaja menghindari petugas. Cerita ini muncul pertamakali di koran Indonesia berbahasa Belanda De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad tahun 1948

Kapal dagang America Silver Star adalah yang pertama tiba di tempat kejadian. Dan cepat-cepat memasuki kapal Ourang Medan yang sedang terapung-apung. Seluruh dek kapal dipenuhi oleh mayat-mayat orang Belanda. Mata mereka terbuka lebar dengan ekspresi ketakutan. Lengan mereka terbentang di depan mereka, seakan-akan mereka berusaha melindungi diri dari sesuatu yang mengerikan.

Saat awak Silver Star berusaha menarik kapal hantu itu ke pelabuhan, mereka melihat asap pekat yang keluar dari atas dek paling rendah. Para kru hampir terlambat memotong tali penyeret dan cepat-cepat kembali ke kapal Silver Star sebelum kapal Ourang Medan meledak Kapal terkutuk itu pelan-pelan tenggelam di bawah gelombang lautan, meninggalkan misteri menakutkan di dunia maritim.

Sumber gambar: pinterest.com

Dutch SS Ourang Medan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Yohanes Octa

0 komentar:

Posting Komentar